Saat ini siapa yang tidak tahu apa slogan dari PT. Pertamina, "Kerja Keras Adalah Energi Kita", mari kita coba paparkan dan renungkan.
Begitu banyak orang ingin sukses namun mereka hanya menunggu tanpa melakukan sesuatu. Untuk melakukan sesuatu diperlukan kerja keras. Kerja keras disini tidak didefinisikan oleh seberapa banyak Anda berkeringat atau seberapa banyak anda dapat mengali lubang. Kerja keras disini didefinisikan sebagai produktivitas kerja. Produktivitas kerja bukan hanya kemampuan untuk tetap bekerja rutin. Kerja keras membutuhkan kemauan dan ambisi, bukan hanya mengeluh dan melakukan penyesalan. Kesuksesan sejati datang ketika anda bisa mengetahui cara untuk memaksimalkan waktu Anda dengan usaha orang lain dan pada saat yang sama, menambah nilai bagi semua orang yang terlibat.
Begitu banyak orang ingin sukses namun mereka hanya menunggu tanpa melakukan sesuatu. Untuk melakukan sesuatu diperlukan kerja keras. Kerja keras disini tidak didefinisikan oleh seberapa banyak Anda berkeringat atau seberapa banyak anda dapat mengali lubang. Kerja keras disini didefinisikan sebagai produktivitas kerja. Produktivitas kerja bukan hanya kemampuan untuk tetap bekerja rutin. Kerja keras membutuhkan kemauan dan ambisi, bukan hanya mengeluh dan melakukan penyesalan. Kesuksesan sejati datang ketika anda bisa mengetahui cara untuk memaksimalkan waktu Anda dengan usaha orang lain dan pada saat yang sama, menambah nilai bagi semua orang yang terlibat.
Banyak orang tidak mengerti psikologi energi. Mereka berpikir bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak dapat percaya. Namun, hal ini memungkinkan tubuh dan pikiran untuk bekerja bersama sebagai satu kesatuan makhluk. Sehingga orang bisa menjadi manusia seutuhnya. Orang tersebut kemudian bisa menjadi lebih layak dan menjadi kompeten. Energi psikologi dapat menjadi cara yang efektif untuk menghapus sesuatu yang negatif yang ada pada diri kita dan kemudian memungkinkan orang untuk terus berkembang. Ketika orang tidak ditahan oleh negativitas mereka sendiri, seluruh dunia baru dapat dibuka di mana mimpi dapat di wujudkan. Pada akhirnya mereka mampu mengali potensi yang ada dalam dirinya karena mereka percaya pada diri mereka sendiri dengan cara-cara yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Jika kerja keras dan energi dapat kita artikan seperti yang diatas, maka tepatlah slogan yang diambil oleh PT. Pertamina, "Kerja Keras Adalah Energi Kita”. PT. Pertamina menginginkan suatu produktifitas sehingga mampu mengali segala potensi yang ada, untuk lebih meningkatkan kinerja mereka. Karena jika kita sudah dapat mengali segala potensi yang ada maka segala bentuk hambatan kemungkinan kecil tidak dapat di lalui. Mengapa saya sebutkan kemungkinan kecil karena kita masih punya yang di Atas, karena Dialah yang mengambil keputusan terakhir.
Apalagi saat ini PT. Pertamina telah memasuki era baru. Dimana perubahan hukum dan undang-undang telah mengakibatkan pola bisnis baru ke permukaan dengan konsekuensi masuknya pesaing ke dalam sektor usaha domestik mereka. Harapan dari Pemerintah dan Stakeholder-pun semakin tinggi. Selain itu, sebagai bagian dari tata pemerintahan yang baik, Pertamina harus mampu melakukan bisnisnya secara transparan, bersih dan profesional.
Harapan saya sebagai masyarakat pada umumnya, PT. Pertamina benar-benar dapat menerjemahkan dan menerapkan slogannya itu ("Kerja Keras Adalah Energi Kita”) bukan hanya slogan tanpa makna. Sehingga PT. Pertamina akan dapat mencapai komitmen mereka sebagaimana tercantum dalam “Prinsip-Prinsip Dasar Integritas Perusahaan” dimana hal ini digunakan sebagai pedoman oleh seluruh jajaran Perusahaan. Dengan tercapainya komitmen itu, maka diharapkan PT. Pertamina akan benar-benar mampu melakukan bisnisnya secara transparan, bersih dan profesional. Jika hal ini benar-benar terjadi maka harapan saya sebagai masyarakat pada umumnya, pada masa yang akan datang PT. Pertamina akan mampu meminimalkan harga minyak, gas, dan bensin sesuai dengan daya beli masyarakat pada saat itu.

Tetapi selain itu, PT. Pertamina pada saat ini sudah banyak melakukan perubahan besar-besaran, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kontes seperti ini, karena dengan adanya kontes terbuka seperti ini berarti PT. Pertamina sudah benar-benar siap mendapat saran dan kritik dari pihak manapun tanpa ada pengecualian. Tentunya saran dan kritik disini adalah yang bersifat membangun demi tercapainya slogan mereka, yaitu "Kerja Keras Adalah Energi Kita”.
Apalagi saat ini PT. Pertamina telah memasuki era baru. Dimana perubahan hukum dan undang-undang telah mengakibatkan pola bisnis baru ke permukaan dengan konsekuensi masuknya pesaing ke dalam sektor usaha domestik mereka. Harapan dari Pemerintah dan Stakeholder-pun semakin tinggi. Selain itu, sebagai bagian dari tata pemerintahan yang baik, Pertamina harus mampu melakukan bisnisnya secara transparan, bersih dan profesional.
Harapan saya sebagai masyarakat pada umumnya, PT. Pertamina benar-benar dapat menerjemahkan dan menerapkan slogannya itu ("Kerja Keras Adalah Energi Kita”) bukan hanya slogan tanpa makna. Sehingga PT. Pertamina akan dapat mencapai komitmen mereka sebagaimana tercantum dalam “Prinsip-Prinsip Dasar Integritas Perusahaan” dimana hal ini digunakan sebagai pedoman oleh seluruh jajaran Perusahaan. Dengan tercapainya komitmen itu, maka diharapkan PT. Pertamina akan benar-benar mampu melakukan bisnisnya secara transparan, bersih dan profesional. Jika hal ini benar-benar terjadi maka harapan saya sebagai masyarakat pada umumnya, pada masa yang akan datang PT. Pertamina akan mampu meminimalkan harga minyak, gas, dan bensin sesuai dengan daya beli masyarakat pada saat itu.

Tetapi selain itu, PT. Pertamina pada saat ini sudah banyak melakukan perubahan besar-besaran, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kontes seperti ini, karena dengan adanya kontes terbuka seperti ini berarti PT. Pertamina sudah benar-benar siap mendapat saran dan kritik dari pihak manapun tanpa ada pengecualian. Tentunya saran dan kritik disini adalah yang bersifat membangun demi tercapainya slogan mereka, yaitu "Kerja Keras Adalah Energi Kita”.









